Melisa Bersabda

Sabda sesat, tidak memukau nalar, tidak mengguncang iman

Poto Kawinan (Beragama) 18 Januari 2015

Filed under: Desain Komunikasi Visual — melisamaya @ 10:55 PM
Tags: , , , , ,

Pada tau kan Universitas Moestopo Beragama?

Nah saya dan beberapa temen saya suka bingung sama nama itu universitas,

kenapa Moestopo beragama? Apa ada versi Moestopo yang gak beragama?

Yah gak usah dijawab, biarkan saya percaya bahwa di suatu sudut di Indonesia

ada universitas yang bernama Universitas Prof. Dr. Moestopo (Gak Beragama)

Saya jadi bingung, emangnya agama segitu pentingnyakah di jenjang pendidikan setara universitas.

Yah, maklumlah, saya kan atheis, jadi saya gak bisa melihat pentingnya agama

dalam skill dan kesiapan mahasiswa untuk terjun di masyarakat nanti.

Bagi saya agama itu yah kayak titit. Anda boleh bangga sama titit Anda,

Anda boleh menepuk titit Anda di pundak (heh? gimana tuh?) sambil bilang “aku bangga padamu, tit.”

Tapi anda jangan kibas-kibasin titit anda ke wajah orang lain.

Simpan aja titit dan kebanggaan anda buat diri anda pribadi.

Enough about titit…

Makanya saya rada gimana gitu waktu salah satu pertanyaan interview di PK (liat pos sebelomnya)

itu nanyain tentang agama saya apa. Selama petualangan saya nyari kerja,

baru sekali itu ada perusahaan yang nanyain pas interview agama saya apa.

Saya pun dengan awkward nyebutin agama yang tertera di KTP saya,

soalnya gak mungkin kan saya jawab, “gue atheis coy,”

sambil melakukan tarian pemujaan setan.

Saya rasa sampai sekarang bos saya gak tau pernah memperkerjakan seorang atheis

Huahahahahahahahaha.

Ternyata belakangan baru saya tau, bahwa PK itu religius/agamais abis.

Kayak Moestopo di kalangan universitas, itu kampus beragama,

kalau di kalangan poto kawinan, kayaknya PK itu poto kawinan beragama.

Pertama, ternyata alasan mereka nanya agama saya apa,

soalnya mereka cuman mau nerima karyawan

yang agamanya Protestan atau Katolik (udah kayak nyari jodoh).

Katanya sih biar makan siangnya bisa dimasakin babi.

Keterangan: di PK makan siangnya dimasakin sama mbak di rumahnya,

dikarenakan (1) murah, (2) makan di luar jauh, ke indomaret aja harus bawa mobil

Kedua, karna makan siangnya dimasakin sama mbak di rumahnya

jadi udah pasti makan siangnya semeja bareng dong.

Nah sebelum makan siang, kalau di PK kita harus berdoa bersama dulu.

dan mimpin doanya dibuat bergilir, jadi kebayang kan gimana perasaan saya

betapa awkwardnya pas saya yang dapat giliran mimpin doa.

Ketiga, tiap natal mereka punya acara natal bareng dan salah satu acaranya (lagi-lagi) doa bergilir

kebayang dong orang yang dapet giliran terakhir bingung mo doa apa secara semuanya uda disebutin.

Untung pas saya resign kagak diadain Perjamuan Kerja Terakhir.

 

One Response to “Poto Kawinan (Beragama)”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s