Melisa Bersabda

Sabda sesat, tidak memukau nalar, tidak mengguncang iman

Melisa di Padang Gurun – Part 5 27 Agustus 2012

Filed under: Uncategorized — melisamaya @ 9:17 PM

Setelah berapa puluh menit berlalu,

ternyata si pramugari balik lagi.

Mungkin dia iba akibat teriakan “I’m sorry” dan “Don’t go” saya tadi.

Akhirnya saya, kakak, dan ayahanda saya dikasih makanan…

tapi makanannya beda jauh dari makanan ibunda saya.

Saya dapetnya sekotak kecil nasi

yang diaduk-aduk sama parutan wortel dan sayur

(yang penampilannya menurut kakak saya mirip makanan Hewey Bubbly).

Lalu ternyata di dasar kotak nasi itu

ada saos merah jambu asem-asem

(yang menurut ayahanda itu adalah selai stroberi).

Intinya…bener euy.. ga enak.

Saya juga dapet sebatang coklat, tapi juga ga enak.

Ibunda saya nyuruh saya bawa pulang aja coklatnya

biar jadi oleh-oleh buat adik saya <– Jangan ditiru.

Yang paling mending mungkin jus mangga-nya yang bermerk SMAK.

Entah maksudnya Sekolah Menengah Atas Kejuruan?

Btw, ibunda saya ngoper makanannya ke suami temennya (sebut saja Oom E)

yang duduk di sebelah jendela.

Jadinya nyokap/ibunda saya juga dapet nasi selai stroberi itu.

Si pendeta (yang juga dapet nasi selai stroberi) protes ke pramugari.

Percakapan ini sebenernya dalam bahasa Inggris.

Pendeta: “kok makanan saya ini?”

Pramugari: *melihat daftar* “yah.. Anda ga mesen apa-apa.”

Pendeta: “tapi kok anggota tour saya dapetnya beda?”

Pramugari: “oh ya? coba saya liat boarding pass-nya”

Pendeta: *ngasih boarding pass*

Pramugari: *ngeliatin boarding pass* Wah, salah sendiri, Anda tidak duduk di tempat Anda.

Pendeta: yah.. itu karna saya tukeran tempat duduk supaya dia *nunjuk saya* bisa duduk sama keluarganya.

Saya: *nelen ludah sambil ngeliatin nyokap*.

Nyokap: *nelen ludah sambil ngeliatin Oom E*

Oom E: *nelen ludah sambil ngeliatin piring kosongnya*

Pramugari: Yah salah sendiri pindah-pindah. Pembagian makanannya kan berdasarkan nomor kursi.

Pendeta: *pasrah*

Ibunda saya yang tidak enak hati pun meminta maaf ke pendeta yang malang itu.

Pendeta itu sih bilangnya gak apa-apa,

tapi dia gak bisa makan nasi selai stroberi itu.

Si pendeta hanya bisa menggigit coklat Srilanka itu dengan pilu.

Ibunda saya pun menawarinya roti Holland Bakery gratisan

yang dikasih tour leader sebelum berangkat tadi.

Namun, si pendeta menolak.

Pendeta yang malang…

-Bersambung-

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s