Melisa Bersabda

Sabda sesat, tidak memukau nalar, tidak mengguncang iman

Melisa di Padang Gurun – Part 3 27 Agustus 2012

Filed under: Uncategorized — melisamaya @ 8:24 PM

Entah kenapa di pesawat

hanya saya yang duduk terpisah dari keluarga saya.

Saya duduknya di 19C

sedangkan ibunda, kakak, dan ayahanda saya duduk di 20 D E dan F.

(Mungkin tour leadernya sentimen gara-gara saya katain melambai).

Untungnya oom-oom yang duduk di belakang saya (berarti nomor seat 20 C)

mau tukeran tempat duduk.

(Si oom-oom aslinya duduk di sebelah temen gerejanya ibunda saya)

Setelah tukeran, si oom-oom itu jadinya duduk di tempat saya,

ibunda saya duduk di tempat oom-oom

dan saya duduk di kursi ibunda saya.

Ntar-ntar baru ketauan ternyata oom-oom itu adalah

seorang pendeta sekaligus leader dari tour lain yang kebetulan berangkat bareng.

By the way, setelah saya pindah tempat duduk,

saya mendengar suara nenek-nenek nyerocos ga berhenti-henti sepanjang penerbangan

dari arah belakang saya.

Begitu saya menoleh…

Ternyata nenek-nenek unyu di waiting room tadi duduk di belakang saya!! (lagi!!)

Jodoh bener..

Eniwei, kembali ke cerita hidup saya,

setiap kali naik pesawat, saya adalah seorang pemerhati pramugari.

Maksudnya suka ngeliatin gitu pramugarinya cakep apa enggak.

Sejauh ini sih, menurut saya pramugari Indonesia yang paling oke.

Saya jadi ingat tahun lalu, saat saya ke China dan naik pesawat lokal.

Pramugari China-nya udah gak cakep, di pesawat tereak-tereak lagi

udah kayak kenek angkot.

(Bedanya dia tereak pake bahasa Mandarin doang.)

Udah gitu, menurut kakak saya,

cewek di China walau cakep-cakep tapi gak nyukur bulu ketek.

(Entah apa hubungannya)

Kembali ke pesawat Srilanka yang namanya dirahasiakan itu…

Ternyata pramugarinya…

gak cakep.

Soalnya mereka pakai baju sari yang udelnya keliatan

tapi perutnya buncit meler ke mana-mana.

Saya sempet foto diem-diem, tapi akhirnya berhenti

gara-gara si oom-oom pendeta yang tukeran duduk sama saya

ngeliatin saya dengan tatapan aneh.

Dikira saya seorang fetish perut bergelambir kali.

-Bersambung-

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s