Melisa Bersabda

Sabda sesat, tidak memukau nalar, tidak mengguncang iman

Perbandingan antara serial TV USA, Latin, Korea dan Indonesia 21 April 2012

Info tidak penting:

Saya baru saja bertemu teman-teman SMA saya,

dan salah satu teman saya si Kr*sta mengajak saya membuat girlband baru

saingan Cherrybelle…

…yang bernama Terrible.

Info tidak penting -end-

Anyway, pada post kali ini saya ingin membahas perbandingan antara

serial TV USA, Latin, Korea, dan Indonesia.

Sebenarnya, jika saya teliti serial TV dari negara MANAPUN

memiliki kecenderungan yang sama.

Jadi sebenarnya drama Korea yang digilai orang-orang saat ini

itu tidak beda jauh dengan sinetron Indonesia.

Mari kita telusuri.

 

Drama Korea

Karakter utamanya wanita yang karena suatu sebab menikah atau tinggal bersama

dengan seorang lelaki kaya dan tampan.

Awalnya mereka sering berantem, tapi sebenarnya suka.

Namun cewek lama si cowok malah kembali

dan ada lelaki baik hati yang suka pada cewek si tokoh utama (friendzone!).

Tapi endingnya, si cewek jadian dengan cowok tokoh utamanya.

Begitulah pattern pada umumnya.

Kemudian entah kenapa karakter cowok di drama Korea

yang dianggap keren itu biasanya berprofesi sebagai

General Manager atau Arsitek.

Padahal kalau melihat teman-teman arsitek kakak saya sih…

……

…uhuk-uhuk…Lanjut…

(Berhubung referensi yang saya gunakan adalah drama Korea dubbingan di Ind*siar)

Drama Korea dubbingan menyebut orang pertama dengan “aku”

dan orang kedua dengan “kau”.

Mereka kayaknya jarang banget pakai “saya” apalagi “kamu”.

Padahal adegannya adalah seorang GM sedang memimpin rapat

(which is harusnya pake “saya” di situasi resmi macam rapat).

Sampai saat ini saya bingung kenapa…

Apa pengisi suara drama Korea itu orang Batak semua, jadi pake “kau” bukan “kamu”?

Kemudian, banyak yang menghujat adgean-ngomong-sendiri-dalam-hati di sinetron-sinetron Indonesia.

Padahal, drama Korea juga ada adegam semacam itu.

Bedanya, aktrisnya bukan ngomong dalam hati tapi ngomong sendiri kayak orang gila

di pinggir jalan sambil mukul-mukul kepala.

Saya ga tau sih apa orang Korea asli beneran kayak gitu atau cuma di drama-nya aja,

tapi saya harap orang Indonesia (yang demen Korea) gak ada yang begitu.

Gak kebayang deh kalau saya lagi nunggu lift tiba-tiba cewek sebelah saya

nonjok-nonjok dirinya sendiri sambil teriak:

“Aiiissshh… [sebutin nama panjangnya sendiri]… Bodoh sekali kau ini!!”

Duh.. Ga kebayang deh kalo beneran kejadian…

Sinetron Indonesia

Sinetron Indonesia memang lebih tidak jelas jalan ceritanya.

Pattern-nya biasanya musim-musiman.

Jika yang lagi musim cerita horror,

sinetronnya jadi rada horror.

Jika yang lagi musim komedi,

sinetronnya komedi.

Lalu sinetron Indonesia goal ceritanya tidak jelas

dan dikembang-kembangin sesuka hati sampai

melenceng dari tujuan awalnya.

Aktor-aktrisnya ABG-ABG yang dipaksa memerankan karakter

dari masih sekolah sampai punya anak lagi.

Make up nya lebay, bahkan adegan tidur aja masih pake bulu mata palsu super lebat

dan cemongan blush on sama eye shadow.

Sedih saya kalau harus lanjutin lagi.

Serial TV Barat (USA)

Walaupun di dunia entertainment, barat biasanya terkesan lebih superior daripada asia, apalagi Indonesia…

Sebenarnya sih serial TV Amrik tidak semenarik itu.

serial TV Amrik biasanya cuma menceritakan kehidupan sehari-hari seorang tokoh,

tapi tidak terlalu jelas goal yang ingin dicapai tokoh tersebut dalam serial TV itu,

sehingga (berbeda dari drama Korea dan sinetron) jika ketinggalan beberapa episode,

penonton serial TV barat tidak akan secengok penonton drama Korea apalagi sinetron.

Namun, jadinya serial TV barat sama seperti Doraemon ataupun Spongebob,

yang memiliki cerita lepas tiap episodenya,

sehingga tidak jelas kapan dan bagaimana tamatnya,

dan serial TV bisa ditamatkan sesuka hati.

Telenovela

Berdasarkan telenovela yang dibintangi Thalia,

Pattern telenovela adalah cewek miskin dan cowok kaya jatuh cinta

tapi hubungan mereka ditentang orang tua sang cowok.

Lalu si cewek bakal mengalami penderitaan sebagao berikut:

masuk penjara, kebakaran, masuk rumah sakit jiwa…

dan entah bagaimana caranya bertemu orang kaya baik hati…

si cewek miskin (entah bagaimana) jadi kaya

dan balas dendam ke keluarga si cowok.

Tapi endingnya sih mereka nikah.

Sooo…

Begitulah…

 

One Response to “Perbandingan antara serial TV USA, Latin, Korea dan Indonesia”

  1. azizah Says:

    hahaha…
    setuju…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s