Melisa Bersabda

Sabda sesat, tidak memukau nalar, tidak mengguncang iman

Saya Kembali! 8 Oktober 2011

Filed under: Uncategorized — melisamaya @ 9:03 PM

Haloooo…

Lap ingus Anda, saya mengerti perasaan Anda yang begitu mencemaskan saya

karena saya tidak muncul selama 4 bulan lebih

di kerajaan nista ini (baca: blog ini)

Tadinya, saya pikir saya ingin tutup saja blog ini…

…tapi ternyata banyak yang merequest agar saya lanjutkan saja blog sesat ini…

manusia memang aneh…

pas setannya mau tobat, malah gak dikasih… ck.. ck.. ck..

Eniwei, akhir-akhir ini kesehatan saya memburuk…

Mungkin kutukan dan sumpah dari orang-orang sekitar akhirnya membuahkan hasil.

Jangn kaget jika beberapa waktu kemudian ada janur kuning bendera kuning yang berkibar.

(Maksudnya saya masuk partai Golkar *sok optimis*)

Layaknya lagu sm*sh, jantung saya sering tiba-tiba cenat-cenut tanpa maksud yang jelas.

Enggak… Saya tidak sedang nyolong, nonton video bokep, apalagi jatuh cinta.

Eniwei… Lupakanlah soal jantung saya tadi…

Pada postingan ini saya ingin menceritakan petualangan saya ke negri China.

Sebelumnya harap dicatat:

Walau saya memang bertualang, saya bukanlah Dora the Explorer.

Pertama, saya tidak pamer pusar.

Kedua, saya tidak bawa peta.

Ketiga, saya pergi dengan keluarga saya, bukan dengan seekor monyet.

Namun terkadang saya memang iri dengan Dora,

soalnya walaupun dia masih bocah yang pusarnya terkewer-kewer ke segala arah *lebay*,

tapi orang tuanya cuek aja dia berkeliaran ke mana-mana,

bahkan melakukan pergaulan bebas dengan monyet.

Sungguh ini pertanda dunia sudah mau kiamat.

…ehem…

Pertanyaannya adalah…

Mengapa saya pergi ke China?

Bukan… Bukan untuk syuting sinetron “Putri yang Telah Ditukar Tidak Dapat Dikembalikan”.

Tujuan saya pergi ke China,

tentu saja untuk mewujudkan impian terpendam saya selama ini, yakni

Nyolong motor polisi China

…oops..maaf…maksud saya…

Melakukan sikap kayang di berbagai belahan dunia

Semua ini adalah salah R*ditya Dika!

Gara-gara kambing nista itu, saya jadi ketagihan foto pose kayang di mana-mana.

Sayang sekali saya tidak sempat berpose kayang di tembok besar China…

…soalnya takut ngegelinding ke bawah.

Lagipula kata tour guide-nya, sudah ada orang yang mati di situ…

Jadi…percuma dong saya mati di situ kalau saya tidak bisa jadi yang pertama *lho?!*

Yah pokoknya anggap saja pertanyaan tadi sudah terjawab.

Lanjooot!

Pertanyaan kedua:

Apakah China bagus?

Tidak.

Mari lanjut ke pertanyaan ketiga! *minta digampar*

Oke…akan saya jabarkan petualangan yang penuh tragedi dan traumatis itu…

Menurut saya, China bukanlah tempat yang ingin saya kunjungi lagi di masa depan.

Sekalipun (menurut film 2012), manusia baru bisa selamat jika pergi ke China,

saya lebih memilih tersapu banjir bandang.

Alasannya sederhana: toilet.

Jika Bali sering disebut surga dunia,

maka toilet China adalah neraka dunia.

Selain baunya yang…bagaikan 1 dikali 0 dibagi 0…

Para pengguna toiletnya juga kurang beradab.

Begini kisahnya:

Peringatan:

Kisah ini benar-benar terjadi bukan direkayasa untuk mencemarkan nama baik suatu negara.

Saya harap negara yang disebutkan tidak langsung gegabah mengirim nuklir ke negara saya

atau mengajak perang, sebab saya yakin negara saya akan kalah.

Untuk apa melakukan peperangan yang tidak bisa dimenangkan.

– dikutip dari buku Melisa’s Art of War *ngaco* –

Once upon a time in China,

saya sedang kebelet seperti biasa, dan mengantri di sebuah bilik di toilet China.

Tiba-tiba, bilik paling pojok pintunya terbuka sendiri,

dan di dalamnya ada nenek-nenek masih dalam keadaan berjongkok dan belum memakai celana.

*culture shock!*

yang lebih mengejutkan lagi, nenek-nenek itulah yang membuka sendiri biliknya

*double culture shock!!*

Saya dan beberapa turis Indonesia lainnya hanya bisa menatap nenek-nenek itu tanpa berkata-kata.

Otak saya mencari berbagai alasan untuk memaklumi sang nenek-nenek itu:

1. mungkin nenek itu adalah seorang exhibitionist

2. mungkin nenek itu…nenek itu… *tidak bisa memikirkan alasan lain*

Eniwei tiba-tiba nenek itu (masih dalam keadaan bottomless dan berjongkok) berbicara kepada kami menggunakan bahasa China.

Kami hanya melongo, karena kami tidak mengerti bahasa China.

Nenek itu pun mengerti bahwa kami tidak mengerti bahasa yang dia mengerti.

Akhirnya nenek itu pun menggunakan bahasa universal yang dimengerti banyak orang yakni:

bahasa tarzan!

Nenek itu memperagakan cara mengelus pantat.

Saya: *mundur* *berpikir si nenek minta dicebokin*

Tour leader: Oh mungkin neneknya lupa bawa tissue.

Si tour leader pun memberikan sehelai tissue ke si nenek.

Nenek itu pun mengucapkan terimakasih dalam bahasa Tarzan

(atau itulah yang saya tangkap)

lalu nenek-nenek itu (masih dalam pose yang sama) menutup pintu biliknya kembali! *WTF!*

Kejadian itu membawa trauma yang cukup mendalam terhadap saya.

Apalagi ketika bilik yang saya antrikan terbuka dan saya menemukan seonggok poop

tergeletak di atas lantai begitu saja.. saja.. saja.. *efek doppler*

Kemudian… (masih di kawasan yang sama)

saya menyaksikan adegan tragis di mana seorang bapak menggelar koran di TENGAH jalan.

Ya, TENGAH jalan secara harafiah.

Kemudian anak dari si bapak itu membuka celana dan langsung boker di sana!

Aaaaarrrrrgggghhhhhhhh!! << hanya turis yang bereaksi begini, orang China lainnya cuek saja seolah itu hal yang lumrah.

WHAT THE HELL IS WRONG WITH THIS COUNTRY??!!

Bukan hanya itu, sodara-sodara, bahkan di tempat elite seperti airport…

Terkisahlah seorang nenek-nenek secara tiba-tiba meludah di lantai

hampir mengenai kaki-kaki turis yang sedang mengantri untuk boarding.

Iklan

…ehem.

Anyway…

Perhatikan foto-foto di bawah ini…

Oke, pertama-tama saya klarifikasikan bahwa:

bukan saya lho yang foto.

Jadi, hanya karena saya demen oom-oom,

jangan menuduh saya seorang fetish yang terobsesi dengan perut buncit bergelambir oom-oom China.

Pertama saya demennya cuma oom-oom ganteng macam Keanu Reeves.

Yah menurut lo aja… oom-oom di atas mirip ketombenya keanu aja enggak

Kedua, mereka bukan oom-oom, tapi nek-ncek. Abaikan.

Saya juga bingung kenapa ncek-ncek di China pada pamer udel di tempat umum.

Saking penasarannya, saya sampai tanya local guide, dan

si local guide berkata itu mungkin karna ncek-ncek China ngerasa perutnya itu sexy

jadi dipamer-pamerin gitu. << alasan kenapa banyak pria di China jomblo

Kemungkinan lainnya, oom-oom China sedang melatih diri mereka agar kebal masuk angin.

Maklumlah…

Kan hanya orang pintar yang minum tolak angin.

Oke… Menohok abis.

Namun, menurut saya, kemungkinan yang paling masuk akal adalah kemungkinan ketiga.

Yakni, di China sedang ngehit suatu trend…

tak lain dan tak bukan…

DORA!!!

#BERSAMBUNG…GAK YA?

 

One Response to “Saya Kembali!”

  1. derry Says:

    Bersambung plis


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s