Melisa Bersabda

Sabda sesat, tidak memukau nalar, tidak mengguncang iman

Wisata Kuliner Ultra Extreme 9 Februari 2011

Filed under: Uncategorized — melisamaya @ 4:09 PM

Para pembaca,

akhir-akhir ini saya sedikit tertarik untuk memposting mengenai wisata kuliner di blog ini.

Namun, berhubung blog ini adalah blog sesat,

maka saya pikir tidaklah pantas menuliskan review makanan-makanan manusia normal seperti soto misalnya.

Maka dari itu, saya memutuskan untuk mereview makanan-makanan abnormal

hingga yang bukan makanan, misalnya saja pedigree, beling, hingga masakan saya sendiri.

Tentu saja, sesat-sesatnya saya, bukan saya lah yang akan mencoba makanan-makanan itu.

Huahahahahahahaha

Pada postingan kali ini,

makanan(?) yang akan direview adalah…

Jreng! Jreng! Jreng!

Cat aklirik!!

Kebetulan, sewaktu semester 3,

saya mendapat mata kuliah (nista) bernama Painting

yang mau tidak mau, suka tidak suka, mampu tidak mampu,

mewajibkan saya untuk terus membeli cat aklirik merk Reeves bertube-tube.

Yang ternyata malah tidak habis terpakai semua…

Apalagi semester selanjutnya sudah tidak ada lagi mata kuliah Painting.

(yah… bukannya saya mau sih…)

Maka dari itu, daripada catnya mubazir, mending dimakan kan?

Namun, seperti yang saya bilang tadi…

Sesat-sesatnya saya, masih banyak yang lebih sesat.

Seperti kata pepatah:

Di atas langit masih ada langit.

Di tengah-tengah ada pohon kelapa.

Oke, jayus emang.

Sebagai manusia yang kadar kesesatannya masih level kacang,

saya dengan malu mengakui bahwa saya tidak mampu memakan cat aklirik.

Lho? Jadi gimana review ini bisa dibuat?

Ya, nyuruh orang laen yang makan dong.

Yang jadi masalah adalah: memangnya ada orang yang mau disuruh makan cat aklirik??

…ternyata ada lho!

Yaitu… Jreng! Jreng! Jreng! Kakak dan adik saya sendiri!

Huahahahahaha

Yah walau diperlukan skill persuasi (menipu sih lebih tepatnya) yang tinggi.

Saya bilang pada mereka, “eh aklirik itu rasanya manis lho!! Coba deh!” (bohong)

“Boong lu!!! Enggak ah!”

“Bener kok?! Ayo coba aja kalo gak percaya! Nih cium! Baunya kayak bau kue tart kan?!” (benar)

“Eh! Iya! Baunya kayak rum!”

“Kata dosen gue, emang pewarna kue sama aklirik.. ada zat yang sama.. zat apa gitu.. Coba aja!” (bohong tapi siapa tahu bener)

“Enggak! Boong aja lu!!”

“Dih! Bener kok! Orang lukisan gue sering disemutin!” (bohong)

“Emang lu kira selama ini gue ngelukis pake tripod tuh buat apa?! Ya supaya gak disemutin!!” (jelas bohong)

“Kalo gak percaya, coba aja!”

Dan mereka pun mencobanya…

Dari reaksi mereka, saya menyimpulan bahwa

ternyata cat aklirik itu tidak enak dan tidak bisa dimakan.

Namun tidak mematikan, sebab kedua saudara saya itu belum menunjukkan

tanda-tanda untuk mengibarkan bendera kuning di rumah,

sehingga aklirik tidak dianjurkan bagi Anda-Anda yang ingin bunuh diri.

Namun, percobaan ini masih belum akurat,

karena kelinci percobaan hanya mencoba bahan percobaan secolek saja

dan itu pun hanya satu kali percobaan.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan lakukan sendiri di rumah.

Sekian laporan saya.

 

2 Responses to “Wisata Kuliner Ultra Extreme”

  1. Mega Says:

    Kemarahan level XYZZZZZZ @!$#!!!!!!!!!!#$%^&

  2. melisamaya Says:

    @mega: kemarahan macam apa itu, mega?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s