Melisa Bersabda

Sabda sesat, tidak memukau nalar, tidak mengguncang iman

Petualangan di Mall (Part 1) 30 Oktober 2010

Filed under: Uncategorized — melisamaya @ 12:28 PM

Halo!

Ya.. ya..

Mata Anda tidak perlu sampai berkaca-kaca begitu

layaknya protagonis komik serial cantik.

Saya mengerti kok perasaan Anda.

Saya tahu Anda begitu merindukan sabda-sabda sesat saya hohohoho

Sejujurnya, saya merasa tidak ada apa-apanya dibanding bocah-bocah jaman dulu.

Bocah-bocah jaman dulu menghabiskan waktu senggangnya

dengan memancing dan berburu.

Mereka bisa tahu jenis ikan apa yang hidup di mana,

misalnya ikan hiu hidupnya di laut bukan di udara.

Mereka tahu cara menggunakan senapan yang baik dan benar

(atau bambu runcing dalam kasus di Indonesia),

misalnya mereka tahu bahwa mengarahkan senapan (atau bambu runcing) ke wajah sendiri

adalah ide yang buruk.

Mereka juga bisa menyalakan api unggun!!

Mereka juga jago bertualang

layaknya Dora the Explorer,

masuk hutan, mendaki gunung, lewati lembah, sungai mengalir indah ke samudra~

Sayapun mencoba bertualang.

Sayangnya tidak ada hutan, gunung, lembah, maupun sungai yang mengalir indah ke samudra

di kota tempat saya tinggal.

Alhasil saya bertualang di tempat bocah-bocah kota nan gaul biasa nongkrong, yakni

Jreng! Jreng! Jreng! Bukan, bukan WC… Tapi Mall!

Setiap kali bertualang di mall, saya pasti bertemu dengan orang-orang aneh.

Orang aneh 1: Bocah-bocah di toko buku

Saat itu saya dan adik saya sedang nongkrong di toko buku,

tepatnya di bagian majalah.

Ternyata di bagian itu juga ada dua bocah

umurnya paling cuma 11 atau 12.

Menurut istilah orang, masih bau kencur,

tapi saya sudah mencoba mengendus-ngendus,

tidak ada aroma kencur-nya tuh.

Saya melihat kedua bocah tanpa aroma kencur itu

membaca majalah sambil ketawa-ketawa ala oom mesum.

(Mungkin dipengaruhi oleh gen bapaknya).

Namun mereka juga membaca majalah dengan nervous

sambil melirik kiri-kanan.

Pokoknya mencurigakan banget!

Tampangnya gabungan antara orang amatir yang mau ngutil sama

bocah amatir yang lagi baca majalah bokep dan takut ketahuan emaknya.

Oh, saya percaya opsi yang kedua dong!

Begitu mereka melihat saya dan adik saya datang,

mereka langsung bisik-bisik,

tapi gobloknya bisik-bisiknya kenceng banget

(entah karena gen ibunya atau memang kuping saya adalah kuping setan)

Bocah 1: woi… ntar lagi woi… ada orang…

atau kira-kira begitulah yang bocah itu bisikan ke bocah satunya lagi.

Mereka pun meletakan majalah itu lagi lalu (pura-pura) pergi.

Padahal saya lihat sih mereka masih berdiri tidak jauh dari situ

sambil menunggu saya dan adik saya pergi dari situ..

Saya (tentu saja) sengaja tidak pergi-pergi

Huahahahaha (tawa iblis angin utara)

15 menit berlalu…

Tuh bocah masih menunggu dengan nervous.

Mungkin dalam hati mereka berdoa agar saya dan adik saya cepat-cepat pergi.

Sementara saya cuma berpikir,

nih bocah keras kepala amat sih…

emang seasik apa sih majalahnya…

Saya pun mengecek majalah yang mereka baca…

Oalah! Men Health! Mereka baca majalah Men Health!

Hanya karena ada kata seks di sampulnya,

mereka langsung mikir ini majalah bokep…

Huahahahahaha Saya langsung ngakak di tempat…

Ya ampun anak kecil baca Men Health…

Kasihan amat

masa kecil-kecil udah impoten

Huahahahahahaha

Saya pun langsung berkata kencang-kencang,

entah mereka dengar atau tidak

(harusnya sih iya).

“Udah mo baca, baca aja! Yaelah, baca Men Health aja kok nervous!”

Eh… Mereka malah pergi…

Bocah yang aneh…

Apa mereka malu karena ketauan mandul? LOL!

 

2 Responses to “Petualangan di Mall (Part 1)”

  1. melisamaya Says:

    @jeremy: bule sotoy! emang situ ngerti?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s