Melisa Bersabda

Sabda sesat, tidak memukau nalar, tidak mengguncang iman

Jessica… Di manakah Rumahmu Berada? 20 Juni 2010

Filed under: Uncategorized — melisamaya @ 6:42 PM

Bukan.

Saya bukan mencari teman lama saya bernama Jessica

layaknya acara semacam T*rmehek-mehek

atau mencari kakak saya yang hilang dibawa kabur seorang tukang becak

layaknya acara Re*ligi.

Ceritanya adalah…

Hari ini, Hari Minggu yang cerah sedikit berawan,

angin bertiup kencang…

Saya dipaksa kakak saya (namanya bukan Jessica) mengantar dia ke perumahan A**m S***a

untuk survei tempat berkaitan dengan tugasnya (sebab dia bocah jurusan arsitektur).

Ya, bayangkan betapa baiknya saya

yang rela dijadikan supir di hari libur saya!

Baiklah, lanjut…

Dua orang temannya juga ikut (nama mereka juga bukan Jessica).

Sebelum pergi survei tempat, kami pergi makan di McD*nald.

Saya (yang memang mirip suka hamburger) memesan burger.

Sayang, sungguh sayang…

Ketika sedang buas asyik menikmati burger, saya tidak sengaja…

Tidak sengaja lho… Ingat tidak sengaja…

Melakukan 1 dari 10 dosa terbesar yang ada di muka bumi ini, menurut versi saya…

(Tidak. Saya tidak memperkosa kasirnya, dan nama kasirnya bukan Jessica.)

Yakni membuang makanan!!! Tidaak!!!

Walau terjadinya 7 jam yang lalu, rasa sesal ini tak kunjung padam.

Saya tidak sengaja…

Tidak sengaja lho… Ingat tidak sengaja…

Menjatuhkan burger saya ke lantai-restoran-yang-sudah-pasti-penuh-bakteri-yang-tidak-saya-ketahui-namanya-sebab-saya-belum-kenalan

Padahal burger itu baru saya makan setengah…

Saya hanya bisa menatap potongan burger yang berserakan di lantai itu dengan pilu…

Yah, lupakanlah insiden burger itu…

Kemudian, kami pergi ke marketing office-nya A**m S***a.

Kakak saya bilang bahwa kalau tidak berpura-pura beli rumah,

maka kita akan dioper ke sana kemari tanpa menjawab pertanyaan kita.

Sebab, itulah yang terjadi pada kakak saya dan temannya,

saat mereka mencoba survei (dengan alasan “tugas dari kampus”) kemarin.

Maka dari itu, hari ini kakak saya berpura-pura menjadi mahasiswa yang baru pindah dari Kalimantan,

yang disuruh mamanya (yang masih di Kalimantan), untuk beli rumah.

Ternyata beneran oi!

Kakak saya dilayani dengan super ramah.

Berbeda dengan kemarin.

Walaupun tadi orangnya sempat bertanya, “dulu pernah ke sini ya?”

Tentu saja kakak saya menjawab “oh…enggak kok…”.

Kemudian, setelah puas tanya-tanya,

kami pergi survei tempat ke berbagai cluster-cluster di sana.

Nah, disinilah tragedi Jessica dimulai!

(Bukan, nama marketing officernya bukan Jessica.)

Saya sejujurnya rada sebal dengan sistem cluster-cluster semacam ini.

Sebab, setiap kali kami masuk pasti harus meninggalkan KTP.

Apalagi satpamnya sering ‘kepo’ dan bertanya-tanya

“Mau ke mana ya?”

Nah, kata kakak saya, kalau kita bilang mau survei tempat,

satpamnya sering bertingkah ‘rese’.

Makanya, kami pun membuat alasan palsu:

“mau ke rumah temen!”

Satpamnya bertanya lagi: “Siapa?”

Nah, diputuskanlah nama temannya adalah: Jessica!

Sebab, mereka pikir ada seribu Jessica yang tinggal di situ.

Lagipula satpamnya pasti tidak hafal nama anak dari penghuninya.

Kami pergi ke berbagai cluster dengan alasan yang sama, dan nama yang sama.

Hingga kemudian kami dicobai iblis satpam di suatu cluster elit.

Mungkin, para satpam di cluster sebelumnya telah menyebarkan informasi via walkie talkie:

“waspadailah sekelompok manusia yang mengaku-ngaku mencari Jessica!”

Begini kejadiannya:

Satpam: Mau ke mana?

Saya: Ke rumah temen.

Satpam: Siapa?

Saya: Chika.

Kakak: Jessica.

Satpam: Siapa?? Belda? (Bukannya itu nama finalis Indonesia Mencari Bakat?)

Saya: Chika. Jessica.

Kakak: Jessica. Jessica.

Kami pun diijinkan masuk.

FYI: Karakter Jessica itu, kami buat nama panggilannya Chika.

Kemudian, di sana kakak saya dkk. asyik foto-foto dan mengukur dengan merentangkan tangan.

(Sebab mereka tidak bawa meteran…)

Kemudian kami pun keluar…

Satpamnya pun kembali mencobai kami…

Satpam: Tadi rumah temennya yang mana?

Saya: Yang di jalan R*****a dua.

Satpam: Nomor?

Kakak: Tiga.

Satpam: Oh yang namanya… itu ya.. namanya…

Kakak: Jessica.

Satpam: Jessica itu yang anaknya Dokter Herlina ya?

Saya: Emangnya dia anak dokter? (Dalam hati: Meneketehe??? Siapa tuh Jessica???)

Teman kakak: Udah iya-iyain aja!

Kakak: Bukan! Bokapnya bukan dokter. (Woi! Siapa tuh Jessica??)

Saya: Kayaknya bukan. (Woi!! Jessica siapa nih??)

Kakak: Bukan! (Woi!! SIAPA JESSICA??!)

Satpam: Yang adenya Jesslyn ya?

Saya: (Itu bukannya toko roti ya?) Iya kali. Saya gak tau adenya.

Akhirnya, kami pun dilepaskan.

Kakak: Sebenernya tadi kita dites tau… Makanya tadi gue bilang dia bukan anaknya dokter.

(Sebenernya konsep ‘Jessica’ yang kakak saya buat tuh siapa sih??)

Yah, begitulah petualangan saya “mencari rumah jessica”,

yang tentu saja berakhir dengan kegagalan.

 

8 Responses to “Jessica… Di manakah Rumahmu Berada?”

  1. AladycalledKrista Says:

    Napa lu gak pake nama gua aja oi!
    Atau nama janda atau dora atau jupe?

    Kenapa malah pake nama orang lain?

    Kurang bagus apa nama gua dan teman2 kita?
    Sakit hatiku….
    Huhuhuhu…

    PS : sinetron mode on, harap dibalas dengan dialog yang menyayat hati dan lambung pula

  2. Mega Says:

    Oi…gw uda baca tulisan u. Baru kali ini gw kasih komentar ya. Oke, inilah komentar gw atas karangan u yg indah. hihihihi

    Yah…ialah si jessica gak ketemu dia kan ada di imb masih satu tubuh sama hudson jadi kalo u mau cari jessica carilah hudson juga. hahahaha😉

  3. melisamaya Says:

    Dialog sinetron (siapkan tisu):
    Bear Krista,
    Apalah artinya nama bagi persahabatan kita yang telah berjalan selama 30 tahun ini…
    Akyu tidak peduli seburuk apapun namamu
    Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku (lagu Himne guru)
    ……
    Boong deh
    1. Kalo gue pake nama lu….
    Gue: Pak, saya nyari Krista…
    Satpam: Ini mah perumahan neng, sana cari di toyota (kijang krista)

    2. Kalo pake nama dora
    Gue: Pak, saya nyari Dora
    Satpam: Wah, anak saya juga lagi nyari tuh… Di hutan mana ya? (balik nanya)

    3. Kalo pake nama Jupe
    Gue: Pak, saya nyari rumah Jupe
    Satpam: Kalo tau juga saya udah ke rumahnya, neng. Belah Duren~ (malah nyanyi)

    4. Kalo pake nama Janda
    Gue: Pak, saya nyari Janda
    Satpam: Wah, saya juga mau~ (malah ngiler)

    Nah, makanya gue pake nama yang aman dan pasaran macam Jessica

  4. melisamaya Says:

    @Mega: Tidaaaaaak
    Semakin nambah yang baca!!!!
    Selamat datang Mega, jangan sampai tersesat di blog yang sesat ini…
    Tinggalkan blog ini sesegera mungkin!
    ……
    Boong deh haha
    (replynya ga nyambung)

  5. Mega Says:

    Hiks… masa gak nyambung si???

    Hahahaha iya deh… maaf gw lagi error dan kalo inget sama jessica gw inget sama hudson di imb🙂

    Loh? Bukannya bagus banyak yang baca blog gila u mel???? Harusnya u seneng donk!!!

  6. melisamaya Says:

    @Mega: Hadoooh Mega
    bukan elu yg comment-nya ga nyambung
    tapi gue yg replynya ga nyambung ama comment lu
    hadoh malah jadi beneran ga nyambung
    huahahahahahahahahahaha

  7. Selamat Melisa!

    Semakin banyak yang baca blog lu, dan kini teman kita mega PS juga ikut membacanya

    Ingat, semakin banyak yang baca blog lu = semakin banyak kutukan dan hujatan

    Ramalan bintang untuk Aries bulan ini:
    Waspadalah terhadap sakit perut, kepala, pinggang, kaki, jantung, dan jiwa yang datang secara tiba-tiba

  8. melisamaya Says:

    @Krista: Kalo terjadi apa-apa pada gue
    pasti lu orang pertama yang gue gentayangin


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s