Melisa Bersabda

Sabda sesat, tidak memukau nalar, tidak mengguncang iman

Fotografi Pembawa Tragedi 10 Juni 2010

Filed under: Uncategorized — melisamaya @ 11:37 PM

Judul yang sangat eyecatching bukan?

Ohohohohohohohohohok

Ngobrol-ngobrol pemirsa,

memang pada ‘postingan’ sebelumnya

saya menggunakan bahasa Jawa dengan sedikit improvisasi

alias bahasa Inggris.

Namun, setelah saya pikir-pikir,

lebih ‘asoy’ menggunakan bahasa negara sendiri,

selain lebih nasionalis,

saya lebih mudah mencurahkan perasaan saya

(bilang aja gak bisa…)

Lagipula, saya ingin menghindari seorang fans sinting

yang (ngakunya) adalah seorang musician dari NewYork.

Yak, baiklah, mari masuk ke topik utama: Fotografi.

Selama ini saya sangat bangga mengikuti mata kuliah fotografi.

Jika ada orang yang bertanya, “lagi kelas apa?”

Rasanya keren aja jika saya bilang, “kelas fotografi”.

Atau jika ada yang nanya, “ke mana lu?”

“Hunting foto di bla-bla-bla.” Berasa ‘cool’ aja kalau jawabnya begitu.

(Memang ya saya manusia menyedihkan.)

Namun, saya tak menyangka…

Mata kuliah yang selama ini saya banggakan

malah membawa petaka bagi saya dan orang-orang (apes) di sekitar saya…

Kesialan itu dimulai di siang hari yang mendung, hari Selasa kemarin…

Saat saya menunggu teman saya, Bung Malaikat (bukan nama sebenarnya),

sebab dialah yang akan mengendarai mobil

untuk mengantar kami ke Kota Tua.

Saya dan beberapa teman yang lain menunggu di dormitory (singkat saja dormi).

Kami duduk-duduk di bangku sambil bermain dengan KuMi… Kucing dormi…

Saat saya ingin mengelus-elus KuMi…

Tiba-tiba saya malah nyungsep ke depan.

Rupanya salah satu kaki kursinya patah! Jreng! Jreng! Jreng!

Padahal kakinya terbuat dari besi!

Hebat kan!

Deddy Corbuzier saja harus berkonsentrasi penuh hanya untuk membengkokkkan sendok!

Saya tanpa berkonsentrasi mampu mematahkan kaki kursi!

(Akhirnya saya menemukan bakat saya sesungguhnya!)

Inilah Kursi Yang Patah (Masih sempat-sempatnya foto)

Kemudian, tragedi kedua adalah hari ini!

Saya baru saja pulang, dan langsung ngeblog

agar ceritanya Fresh From Oven!

Begini ceritanya:

Hari ini hari Kamis,

langit berawan

dan kotak pos masih berwarna merah.

Saya memoto seorang model cantik (asik dah!) dari siang hingga malam.

Kami tetap melanjutkan sesi foto-foto ini

dengan sungguh-sungguh (gak juga sih)

biarpun kaki kami gatal-gatal akibat darah kami yang dihisap

oleh salah satu saudaranya Edward Cullen: nyamuk.

Setelah sesi foto-foto yang (lumayan) penuh perjuangan,

kami memutuskan untuk makan-makan di Taman Jajan.

Bung Malaikat (sang penunjuk jalan) satu mobil dengan sang model.

Sementara saya (yang buta arah) satu mobil dengan sang ketua kelas sejati

sebut saja namanya Dorododom (bukan nama sebenarnya).

Nah disinilah tragedinya dimulai.

Saya membuntuti mobil Bung Malaikat yang adalah Taruna putih.

Saya dan Dorododom malah asyik mengobrol.

Tiba-tiba di tengah jalan sebuah mobil berwarna hitam memisahkan kami.

Setelah mobil hitam itu bergeser…

Saya: Mana ya mobilnya A***l?

Saya: (jawab sendiri) Oh tuh dia mobil putih!

Mobil putih itu berbelok kiri, saya pun ikut saja.

Dorododom: Kok sepi ya?

Saya: Kok kayak jalan tol ya?

Saya: Padahal dulu gue pernah ke situ lho… Kayaknya dulu gak lewat sini…

Saya: Jangan-jangan salah ngikutin mobil… Tapi mobil putih itu mobil A***l kan?

Rupanya saya menganggap bahwa semua mobil putih adalah mobil teman saya.

Dorododom: Ya udah deketin aja, liat aja itu mobil A***l atau bukan?

Setelah mobil mendekat… BUKAN!!!

Dorododom pun menelpon Bung Malaikat.

Dorododom: …sepertinya kita ada di jalan tol… (kira-kira begitulah dialognya)

Sementara itu saya membaca plang jalan, melihat bahwa tulisannya:

Saya: Hah? Jakarta!

Saya: Cikampek!?!!

Saya: Hah?!! Bandung?!?!!!

Rupanya teriakan “Cikampek!?!!” itu sampai terdengar di telepon.

(Mungkin teriakan “Cikampek!?!!” itu bisa dijadikan RBT)

Bung Malaikat sempat panik, mengira kami nyasar hingga di Cikampek.

Namun tidak, untungnya kami belum masuk gerbang tol.

Sehingga kami masih bisa menepi

menunggu untuk diselamatkan.

…dan disinilah saya sekarang

menulis ulang cerita memalukan ini.

Biarpun teman-teman pada menghibur: “tapi lucu kok.”

(Apakah itu menghibur?)

Saya jadi tidak enak dengan Bung Malaikat dan Dorododom.

Saya merepotkan Bung Malaikat dan Dorododom menyalahkan dirinya sendiri.

(Padahal jelas-jelas saya saya yang kecerdasan visual-spasialnya sangat rendah

sehingga mengikuti mobil apapun asalkan warnanya putih)

Dorododom mengira semua itu akibat kesialannya.

Memang akhir-akhir ini Dorododom ditimpa berbagai musibah,

dari telinganya tersumbat, tripod hilang, kunci kamarnya ketinggalan, dll..

Sabda hari ini:

Tidak semua mobil berwarna putih itu sama.

Sekian kisah hari ini.

Salam cup cup muah.

 

4 Responses to “Fotografi Pembawa Tragedi”

  1. Hello! It’s me again
    Huh? what happen?
    Just when I started to speak english, you decided to use bahasa
    Don’t tell me you will use Japanese or even Arabic next time.
    Huh…

    Okay, the story is interesting, very typical, but no worries, everybody made some mistakes dear!
    Believe someday you’ll become a better person with a better eyesight!!!

    PS: that “bakat” deer, not “baka”, you wrote it wrong
    Even an American like me realize that!

  2. tak apa kok bung, semua orang pasti melakukan kesalahan, itulah yang membuat manusia menjadi manusia,,,
    tapi lucu kok~~ ahahahahha xDD

  3. melisamaya Says:

    waks najong krista
    mending lu pake bahasa jawa aja lah
    biar gue kagak muntah
    nambah lagi orgilnya…
    ck ck ck

    btw yang bener ‘dear’ kalee bukan ‘deer’
    lu kira gue rusa!

  4. melisamaya Says:

    huhuhuhuhuhuhuhu
    akyu ingyin menjadyi manusia yang tak berbuat zzzzalah

    alay mode on…
    suatu kesalahan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s