Melisa Bersabda

Sabda sesat, tidak memukau nalar, tidak mengguncang iman

Word Training 5 Mei 2010

Filed under: Uncategorized — melisamaya @ 6:08 PM

Sebenarnya ini bukan saat yang tepat bagi saya

untuk menulis blog.

Saya masih punya banyak tugas

yang harus, wajib, mesti dikumpulkan besok

tapi belum saya kerjakan sama sekali. (Argh~ Suara hati)

Sayangnya, ini bukanlah tugas jaman SMA

yang bisa pinjam punya teman untuk disalin.

Alhasil saya yakin hari ini saya akan melakukan hal yang diharamkan

Rhoma Irama, begadang. (Dan tolong jangan nyanyi lagunya.)

Lalu, mengapa saya malah tetap nekad (atau nekat? yah… apapun…)

menulis blog? Bukannya mengerjakan tugas saja…

Hal itu dikarenakan, saat ini saya sedang sedikit kesal,

dan biasanya jika saya sedang kesal, saya tidak akan bisa mengerjakan tugas dengan baik (alasan).

Maka dari itu, saya memerlukan semacam kegiatan yang memotivasi.

Sebelum memiliki blog ini, jika saya merasa kesal,

saya akan melakukan Image Training, yakni

saya membayangkan orang yang membuat saya kesal

dihajar, dipelintir, diinjak-injak, dicincang, dikunyah, dan kegiatan-kegiatan manusiawi lainnya

oleh saya! Jreng! Jreng!

Tenang saja, itu kan cuma imajinasi yang menenangkan otak saya yang kesal.

Saya belum pernah ‘beneran’ melakukannya kok! (Belum?!)

Atau Anda bersedia menjadi orang pertama yang saya cincang?

Bercanda hehehe…

Namun, image training memiliki kelemahan,

yakni saya bisa disangka gila.

Wajar saja sih,

soalnya jika sedang kesal ‘buanget’,

saya bisa tiba-tiba menonjok bantal tak bersalah,

memaki-maki manusia tak terlihat,

serta hal-hal wajar lainnya.

Maka dari itu, saya mempelopori

training jenis baru! Jreng! Jreng!

Melisa dengan bangga mempersembahkan

“WORD TRAINING”

adalah sebuah training yang aman dan masih menjaga image waras Anda

di hadapan keluarga maupun kenalan Anda.

Yah… Bagaimana pun juga…

Sebenarnya saya bukanlah tipe orang yang sabar dan baik hati.

Sebaliknya, saya adalah tipe orang yang pemarah, bahkan oleh hal-hal sepele.

Saya hanya memikirkan diri saya sendiri (jujur nih!),

tidak menerima kekurangan orang lain,

dan saya bukanlah tipe orang yang suka mengatakan,

“Gak apa-apa (sambil tersenyum ala tokoh protagonis di sinetron).”

Namun, semenjak bulan Mei tahun lalu,

saya mencoba untuk…

tidak menjadi diri sendiri.

Saya mencoba untuk tetap tersenyum sabar

(walaupun pembuluh darah dan urat saya sudah bertonjolan dimana-mana).

Sayangnya sabar bukanlah sikap alami saya.

Ternyata memendam amarah bisa menyebabkan

gangguan pada jantung, mengurangi nafsu makan, dan menyebabkan impotensi (salah!).

Jadi intinya,

anggap saja hari ini otak saya sudah kekenyangan nutrisi amarah.

Akibatnya hal-hal kecil bisa membuat saya marah (tapi tetap tidak menggigit).

Itu saja, saya sudah menahan diri.

Saya tidak bisa membayangkan bagaimana nasib orang-orang sekitar saya

jika dari awal saya menjalankan moto yang selalu ada di buku tahunan anak-anak baru puber

“Be yourself…”

Jreng! Jreng! Mungkin saya sudah masuk infotainment

akibat menusuk seseorang dengan menggunakan kuas sepanjang 20 cm (emang bisa?).

Namun, saya tidak akan melakukan pembelaan diri atas amarah saya.

Biasanya orang yang tidak mau disalahkan akan berkata, “soalnya dia nyebelin sih!”

Atau, “biasalah. Gue kan juga manusia. Bisa marah juga…”

Sedangkan saya…

Saya kesal… ya… karena saya merasa kesal.

Lagipula… Pasti ada konsekuensinya…

sebagai gantinya…

90% kemungkinan orang yang saya ‘damprat’ membicarakan saya di belakang.

Saya sih tidak peduli,

tinggal balas ‘ngomongin’ dia di belakang.

Selesai. Huahahahahahaha

Begitulah, Nak, kehidupan di kuliahan (sok tua).

Tersenyum di depan, ‘ngomongin’ di belakang.

(entah ‘ngomongin’ yang bagus atau jelek. 90% sih jelek.)

Sudah ah,

cukup sekian word training saya

yang penuh dosa dan sumpah serapah.

 

2 Responses to “Word Training”

  1. Kenapa lu marah2?
    Yang sabar kalau ada masalah, makanya kalo obatnya abis jangan lupa beli!
    Jadi kambuh kan!

    PS:
    Jangan tambah marah ya Mel,
    Inget kata pepatah dibalik masalah pasti ada hikmah, dibalik batu pasti ada udang, dibalik rok pasti ada ******

  2. melisamaya Says:

    beuh dasar..
    di balik rok ada celana lah
    masa udang?
    ini lu pake internet kantor ya
    gue bilangin bos lu lho!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s