Melisa Bersabda

Sabda sesat, tidak memukau nalar, tidak mengguncang iman

FAQ Tentang Kawat Gigi 13 April 2010

Filed under: Uncategorized — melisamaya @ 4:25 PM

Bacalah dengan penuh penghayatan!

Ketika Ku Sakit Gigi

Oleh Melisa Maya (Tanpa “t”)

Ketika ku sakit gigi…

di televisi semuanya iklan makanan.

Ketika ku sakit gigi…

rumah yang biasanya tidak ada makanan

tiba-tiba dilimpahi berbagai macam makanan.

Ketika ku sakit gigi….

ibunda yang jarang membelikan makanan

tiba-tiba membawa pulang berbagai jenis makanan.

Ayam bakar, nasi campur, sate…

hoka-hoka bento, kroket…

Bahkan dengan kejamnya mereka menawariku…

Ketika ku sakit gigi…

Maaf atas curahan gigi saya (mungkin disingkat curgi) di atas ini.

Biarpun saya sedang sakit gigi,

sesuai dengan kata pepatah,

saya berusaha tetap puitis

(entah pepatah dari mana, bahkan dari Hongkong pun tidak).

Mungkin saja ada kritikus puisi yang memuji

betapa menggetarkan sanubari puisi yang saya buat ini

(Entah ‘menggetarkan’ bisa dimaknai positif atau negatif.)

Saya sakit gigi bukan karena gigi saya berlubang,

tapi karena dokter gigi saya baru saja ‘mengencangkan’ kawat gigi saya.

Banyak yang bertanya: “Emang sakitnya gimana sih??”

Begini: saraf gigi saya jadi menegang.

Sehingga saya tidak bisa makan apapun yang harus dikunyah terlebih dahulu.

Bahkan sekalipun itu adalah bolu super lembut sekalipun.

Saya hanya bisa minum air, minum jus, makan bubur (tanpa lauk yang harus dikunyah),

makan oat meal, maupun makan sup.

Tunggu… sup itu dimakan atau diminum?

Atau malah dihirup?

Yah… apapun….

Yang lebih mengerikan,

biasanya rasa sakit itu berlangsung berhari-hari.

Pernah sampai seminggu.

Sehingga selama seminggu itu saya hanya makan:

Oat Meal rasa ayam, Oat Meal rasa jamur, Super bubur rasa abon sapi,

Super bubur rasa ayam, bubur dengan tauco (tidak perlu dikunyah)

dan sup (yang hanya terdiri dari micin, garam, dan lada saja), secara bergantian.

Ternyata, penderitaan saya ini membuat beberapa teman saya jadi ‘parno’

untuk ‘ikutan’ pasang kawat gigi.

Padahal tidak semua orang bernasib seperti saya.

Malah sebaliknya, saya bertanya-tanya:

“ada gak sih yang senasib sama gue?

Kok kayaknya gue menderita banget?”

Itu sebabnya pada kesempatan ini saya akan menjawab

FAQ tentang kawat gigi.

Namun sebelumnya…

saya ingin berterima kasih kepada playstation…

Sebab jika saya dulu tidak main PS,

mungkin saya tidak akan tahu artinya FAQ sampai sekarang.

(Ya, saya memang katro, terima kasih.)

Bahkan dulu saya membaca FAQ dengan ejaan “fa-kyu”

yang entah kenapa jadi mirip “f*ck you”.

Baiklah, inilah FAQ tentang kawat gigi (permanen).

1. “Berapa sih harga masang kawat gigi???”

Tergantung.

Tergantung dokter Anda memasang tarif berapa.

Sekarang ini paling murah 3 juta (belum termasuk control bulanan),

kecuali oleh ahli gigi bukan dokter gigi.

Mungkin bisa lebih murah,

tapi saya tidak menyarankan.

2. “Berapa lama sih kita harus make kawat gigi-nya???”

Tergantung.

Tergantung seberapa parah gigi Anda,

seberapa fleksibel gigi Anda bisa bergeser,

seahli apa dokter gigi Anda,

dan keajaiban.

Harusnya, paling lama 3 tahun,

sebab dalam memasang kawat gigi menggunakan zat yang bersifat asam.

Sehingga kalau terlalu lama, gigi bisa rusak.

Namun banyak yang terpaksa harus memakai lebih dari tiga tahun.

3. “Giginya musti dicabut ya???”

Tergantung.

Jika jarak antar gigi Anda renggang-renggang,

maka tidak perlu.

Namun dalam sebagian besar kasus,

ya, harus dicabut dan biasanya yang dicabut 2 gigi graham.

Jika Anda dipasangi kawat untuk bagian atas dan bawah,

maka biasanya dicabut 4 gigi graham Anda.

4. “Eh, eh, sakit ga sih?”

Tergantung.

Ada beberapa yang merasa sakit, saat proses pencabutan graham.

Hal tersebut dikarenakan, dokternya menyuntik kurang tepat ke sasaran.

Sehingga biusnya tidak efektif dan bisa Anda bayangkan kelanjutannya.

Ada beberapa yang merasa sakit saat proses pemasangan karet.

Rasa sakitnya seperti yang saya paparkan di puisi-penggetar-sanubari tadi.

Namun ada beberapa yang merasakan rasa sakit yang berbeda.

Misalnya saja kakak saya.

Setelah pulang dari dokter gigi,

dia pasti langsung tidur, tidak mau bicara apapun,

hari itu tidak akan makan apapun,

akan marah-marah bila diajak bicara,

akan marah-marah bila mendengar lagu Ebiet G. Ade diputar,

dan merasa sakit kepala.

Namun penderitaanya hanya sehari saja.

Sedangkan saya,

masih bisa bicara,

masih bisa mendengarkan lagu Ebiet G. Ade,

masih bisa melakukan aktivitas lain,

sayangnya rasa sakit saya berlangsung selama berhari-hari.

Ada beberapa yang merasa sakit saat proses pelepasan braces dan bracelet

(melepaskan kawat gigi itu untuk selama-lamanya).

Bukan karena mereka sedih berpisah dengan kawat gigi yang selama ini menemani hari-hari mereka yang sepi.

Namun karena bracesnya dilem ke gigi, sehingga untuk melepasnya harus “disodok” dan “dikerok”.

Bracelet-nya disemen di gigi graham…

Bayangkan bagaimana melepasnya!!!

5. “Enak gak sih pake kawat gigi?”

Awalnya mungkin terasa janggal.

Mungkin rasanya seperti ada benda asing menempel di gigi kita yang cute ini.

Namun kalian akan beradaptasi dengan cepat sekali.

Sehingga sekarang rasanya… “biasa aja tuh!” ujar Melisa.

6. “Eh… eh… katanya kalo kawatnya udah lepas, giginya bisa tongos lagi ya?”

Dalam beberapa kasus… Ya.

Itu sebabnya beberapa orang setelah melepaskan kawat gigi tersebut,

mereka memasang kawat gigi yang tidak permanen,

supaya giginya tetap cute.

7. “Apakah kawat gigi bikin nafas bau?”

Tidak.

Kecuali Anda tidak sikat gigi dengan benar.

8. “Kalo pake kawat gigi, ada pantangannya gak sih?”

Permen karet dan menggigit apel utuh.

Sebab permen karet mudah menyangkut dan

menggigit apel utuh bisa membaut gigi menjadi tongos.

Kemudian, biasanya orang-orang menghindari makan sesuatu yang mudah menyangkut di gigi,

seperti mie, kangkung, ayam…

Namun bila Anda bisa mengatasi “nyangkut” tersebut, tidak masalah.

Sekian FAQ membosankan tentang kawat gigi (permanen).

Semoga berguna.

Jika tidak berguna, saya juga tidak peduli.

 

3 Responses to “FAQ Tentang Kawat Gigi”

  1. tina Says:

    klo giginya agak bnyak yg hitam bagaimana ? tpi tidak berlubang ?

  2. melisamaya Says:

    erm… kalo gigi hitam bukan karna berlubang itu masih bisa diputihin dengan cara di bleaching
    dan gak berpengaruh terhadap pemasangan kawat gigi

  3. aniafrah Says:

    kok kita bisa sama ya ngerasain waktu pasang tuh behel?
    soalnya sakit aku itu juga berhari-hari loohh


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s