Melisa Bersabda

Sabda sesat, tidak memukau nalar, tidak mengguncang iman

Tidak Mengherankan Jika 2 Tahun Lagi Dunia Benar-benar Kiamat 18 Maret 2010

Filed under: Uncategorized — melisamaya @ 7:12 PM

Melisa bersabda,

Dunia semakin panas

dan manusia semakin gila

maka dari itu

hati-hatilah dalam berkendara”

Ya, saya tahu bahwa kalimat di atas bukanlah kalimat yang padu.

Baiklah, saya akan langsung masuk ke topik utama.

Saya rasa tidak mengherankan jika dua tahun mendatang,

dunia benar-benar akan kiamat.

Alasannya tidak hanya karena global warming

yang selalu diteriakkan manusia-manusia vegetarian

tapi juga karena manusia-manusia semakin hari semakin gila.

Mengapa saya berkata demikian?

Karena bila kita amati baik-baik,

akhir-akhir ini kriminalitas seolah dijadikan trend.

Awalnya multilasi.

Kemudian bunuh diri dengan meloncat dari lantai atas mall pun

juga dijadikan trend.

Kini, sepertinya trend kriminalitas yang sedang hangat-hangatnya

adalah tusuk-menusuk.

Benar! Tusuk-menusuk!

Baru-baru ini saya mendengar kabar bahwa

seorang gadis gila dari universitas elit

menghunuskan pisau sebanyak 14 tusukan

terhadap kepala, dada, dan perut seorang temannya.

Gadis cantik yang ditusuk itu untungnya tidak meninggal.

Namun, menurut berita burung yang beredar (entah burung jenis apa),

paru-paru sang korban ‘kempes’.

Peringatan:

Saya pun mendengar cerita ini dari orang lain,

jadi yang saya ceritakan ini belum tentu suatu kebenaran.

Gadis gila itu, sebut saja Mawar (bukan nama sebenarnya),

digosipkan adalah seorang homoseksual atau mungkin juga biseksual.

Menurut isu yang beredar,

motif percobaan pembunuhannya adalah

cemburu akibat korban sudah memiliki pacar.

Menurut cerita yang belum dibuktikan kebenarannya,

kronologinya adalah

si korban sedang menyetir,

tiba-tiba Mawar melaksanakan aksi lebay-nya.

Akibatnya, mobil yang sedang dikendarai korban di area parkir

menabrak mobil lain.

Pengendara mobil lain yang berpikir,

“apa-apaan sih??! Main tabrak aja!!!”,

turun dari mobilnya dan mendapati bahwa si korban sudah berdarah-darah

tapi si Mawar tampak biasa-biasa saja.

Kemudian cerita terbagi menjadi dua versi.

Ada yang berkata bahwa si pengemudi lain itulah yang melarikan

korban ke rumah sakit terdekat.

Ada juga yang berkata yang melarikan si korban ke rumah sakit

tak lain dan tak bukan adalah si Mawar, pelaku tusuk-menusuk itu sendiri!

Kemudia Mawar menyerahkan diri ke polisi.

Namun, menurut isu yang beredar,

Mawar mengaku bahwa dia melakukan aksi jablay alay lebay tersebut

dikarenakan untuk membela diri.

Menurut gadis gila itu, si korban mencoba untuk membunuhnya.

Jadi demi melindungi dirinya,

si Mawar melaksanakan prinsip yang berlaku di film Resident Evil:

To kill or to be killed!

Namun orang-orang tidak mempercayai pembelaan si Mawar.

Hal itu disebabkan:

1. Menurut mereka, si korban bukanlah tipe gadis

yang bisa dan mau membunuh orang.

Gadis yang katanya suka berkata “Mo eek, mo eek…” ini

dideskripsikan sebagai gadis yang baik hati dan telmi.

2. Jika memang tujuannya untuk membela diri,

mengapa Mawar dapat melayangkan banyak tusukan?

Mengapa Mawar membawa pisau?

Apakah Mawar memiliki six sense: dia tahu dia akan diserang

sehingga dia telah menyiapkan pisau dari rumah?

Apakah orang normal membawa pisau kemana-mana?

Lagipula, menurut kesaksian orang-orang yang mengenal Mawar,

gadis yang sepertinya tidak waras ini

memang sudah menunjukkan keabnormalannya

sejak masih duduk di bangku SMA.

Apalagi (lagi-lagi) menurut isu yang beredar,

di kantor polisi Mawar sempat tertawa

(WTF??!! Padahal baru saja menusuk orang!!!)

Sayangnya beberapa media memberikan pemberitaan yang ultra ngawur seperti:

Si korban sudah meninggal atau

mereka saling tusuk atau

Si korban yang memulai duluan acara tusuk-menusuk

dan lain-lain.

Sungguh, dunia semakin lama menjadi tempat yang semakin tidak aman.

Info tambahan:

Menurut info terbaru, ternyata pisau tersebut adalah milik korban.

Kemudian berita tusuk-menusuk ini dimuat di tabloid N*va (sensor)

dan nama si Mawar diganti menjadi Melati

(WTF??!!)


Entah kenapa, semenjak saya lulus SMA,

banyak terjadi hal-hal yang aneh

(baca: hal-hal yang seharusnya hanya terjadi di dalam sinetron)

di sekitar saya.

Padahal hidup saya tergolong sebagai hidup yang amat sangat normal sekali,

sampai-sampai keseleo pun tidak pernah saya alami.

Awalnya saya bertemu dengan orang yang sangat sering berbohong.

Dia mengaku bahwa dia memiliki banyak fans,

(Baru kali ini saya bertemu dengan orang sepercaya diri itu)

Dia mengaku punya mobil yyy (mobil mahal)

tapi saya tidak pernah melihatnya naik mobil ke kampus,

mengaku bahwa rumahnya di daerah xxx (daerah elit)

tapi saat saya bertanya ini-itu, dia sama sekali tidak tahu-menahu mengenai daerah itu.

Apakah mungkin ada orang yang tidak mengetahui alamat rumahnya sendiri?

Kemudian ada orang yang merusak mobil saya,

sehingga tidak bisa dijalankan.

(Saya mengira hal semacam ini hanya terjadi di sinetron)

Kemudian saya bertemu dengan orang yang tidak waras

yang tidak bisa saya ceritakan

dan alasannya pun tidak bisa saya katakan.

Saya pun memperingatkan keluarga saya

Saya: Eh, kalo ada orang yang ngaku temen gue

dateng ke rumah, tapi lu gak kenal, dan gue kagak ada di rumah…

Jangan lu ijinin masuk!

Adik: Iyalah!

Saya: Bilang aja bahwa gue lagi gak ada! Kecuali Kr!st@, soalnya dia emang udah lebih dari abnormal,

jadi gak mungkin dia melakukan hal yang lebih abnormal lagi.

Adik: (Mengangguk patuh)

Saya: Sekalipun itu adalah hari ulang tahun gue dan mereka dateng buat berkata

“suprise!!!!”, tetep aja jangan kasih masuk.

Adik: Hahahahahaha, “Suprise!!!” lalu lu ditusuk-tusuk.

Saya: “karena lu ulang tahun kesembilan belas,

maka hadiahnya sembilan belas tusukan!! Crot!! Crot!! (ditusuk 19 kali)”

Namun sayangnya orang tua saya sering bertindak lebay

jika ada teman saya yang datang ke rumah.

(Ya, hanya teman saya saja.

Teman adik dan kakak saya diperlakukan biasa saja.)

Alasannya mereka menganggap bahwa saya adalah

sehelai bocah yang anti sosial, tidak pandai bergaul, dan tidak memiliki teman.

Jadi, jika ada teman yang datang ke rumah dan orang tua saya kebetulan juga ada di rumah,

ayahanda dan ibunda saya (silahkan muntah) akan menggelar sambutan ultra ramah,

“Ayo! Masuk! Masuk!” “Mo minum apa?” “Ayo! Makan tuh!” “Besok-besok datang lagi ya!”

Untungnya tidak pernah terjadi dialog semacam ini

(dialog di bawah ini adalah rancangan adik saya dengan sedikit modifikasi dari saya)

Ibunda: “Cinta (nama teman saya misalnya), kamu teruslah berteman dengan Melisa.

Tante mohon jangan pernah meninggalkan Melisa  ya…

Sebenarnya dibalik keceriaanya dia adalah anak yang rapuh.”

Cinta: “Anda salah tante, Melisa bukanlah anak yang lemah.

Dia lebih kuat daripada yang tante bayangkan.”

Ibunda dan Cinta pun menangis terharu sambil berpelukan.

Ya, dialog di atas memang menjijikan.

Saya yakin saya akan mati dengan mulut berbusa

jika dialog di atas benar-benar terjadi.

Namun setidaknya hari ini masih ada hal baik yang terjadi,

yakni akhirnya pelat nomor mobil saya keluar.

Sudah dipastikan, besok saya sudah bisa mengendarai Fulgoso (nama sementara mobil saya).

Sekian berita hari ini.

Saya, Melisa Maya dan seluruh rekan kerja yang bertugas mengucapkan

Salam Sejahtera.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s