Melisa Bersabda

Sabda sesat, tidak memukau nalar, tidak mengguncang iman

Satu Lagi Penyesalan Dalam Hidup 17 Maret 2010

Filed under: Uncategorized — melisamaya @ 5:52 PM

Para pembaca, salam sejahtera.

Mungkin Anda akan sedikit terkejut karena mendapati bahwa

Melisa Bersabda kini menggunakan Bahasa Indonesia yang agak baik dan agak benar.

Hal tersebut terjadi akibat pelajaran Bahasa Indonesia yang saya hadapi hari ini.

Kami (para mahasiswa) diberi tugas membuat artikel mengenai seorang teman sekelas.

Ternyata ada dua orang yang menulis tentang saya.

Saya tidak menyangka ternyata saya lumayan terkenal juga.

Namun, percayalah saudara-saudara.

Hal ini bukanlah hal yang menggembirakan.

Tentu saja bukan menjadi hal yang menggembirakan

jika artikel yang ditulis adalah pembongkaran aib-aib saya

(yang sebetulnya tidak saya sembunyikan).

Jadi, sekarang bertambah lagi satu orang yang tahu

bahwa saya pernah mencuci muka dengan pasta gigi.

Sungguh ironis.

Hal yang paling mengerikan adalah,

mereka (dua butir bocah yang menuliskan tentang saya)

juga menuliskan fakta bahwa saya adalah seorang blogger.

Kenapa itu menjadi hal yang mengerikan?

Karena saya takut sang dosen akan sedikit ‘kepo’

dan mencoba mencari tahu blog saya.

Saya takut hari ini atau besok,

saya mendapati komentarnya ‘nongol’ di blog saya yang berbunyi

kira-kira seperti ini:

“Konjungsi ‘dan’ tidak seharusnya diletakan di awal kalimat.”

atau

“Kata ‘sebutir’ bukanlah satuan yang cocok untuk diikuti kata ‘bocah’.”

Begitulah.

Untungnya bukan artikel tentang saya yang tadi dibacakan di depan kelas.

Walaupun tadi beliau sempat bertanya-tanya,

akibat judul kontroversial yang diciptakan teman saya itu

“Melisa, Sang Blogger Sejati”

Sejati??

SEJATI??

Mungkin saat ini beliau sudah mengetahui fakta-fakta mengerikan

seperti bahwa saya tidak pernah tidak mengikuti remedial fisika

atau bila kalimat itu dibuat lebih efisien menjadi:

saya selalu mengikuti remedial fisika.

Jika tadi beliau membacakannya di hadapan teman-teman sekelas,

saya yakin saya akan mati saat itu juga.

P.S. Hanya jika benar manusia dapat mati karena rasa malu

P.S.S. Hanya jika benar saya masih memiliki urat malu

P.S.S.S. Tentu saja saya masih memiliki urat malu

 

2 Responses to “Satu Lagi Penyesalan Dalam Hidup”

  1. Marcella Says:

    eheeeeemmm… teman siapakah yang anda maksud? :p

  2. melisamaya Says:

    tanyakanlah pada rumput yang bergoyang
    fu fu fu fu fu


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s