Melisa Bersabda

Sabda sesat, tidak memukau nalar, tidak mengguncang iman

Pesan Moral dari Film Horror 2 Agustus 2013

Filed under: Uncategorized — melisamaya @ 11:27 AM

Hai!

Kemarin saya nonton “The Conjuring” di bioskop…SENDIRIAN.

Sebagai seorang yang anti-sosial kronis, ini merupakan sebuah prestasi baru.

Saya memang pecinta film horror dan hal-hal lain yang memacu adrenalin

seperti naik roller coaster, bungee jumping,

ataupun hal-hal sederhana macam nontonin nenek-nenek main skateboard.

Sayangnya, sulit sekali menemukan orang lain yang memiliki hobi yang sama.

Eniwei, saya tidak akan memberikan spoiler tentang film itu disini.

Saya cuma ingin menjabarkan pesan moral yang saya pelajari dari berbagai film horror yang telah saya tonton.

1. Jangan beli rumah tua, rumah kayu, rumah di tepi danau, ataupun rumah yang memiliki gudang bawah tanah.

2. Seandainya istri Anda bilang “kayaknya ada yang salah dengan rumah ini”, maka memang ada yang salah dengan rumah tersebut.

3. Seandainya istri Anda memaksa Anda sekeluarga untuk pindah rumah, maka segeralah pindah rumah.

4. Jangan membeli ranjang yang ada kolongnya.

5. Jika karna sebab-sebab tertentu Anda tetap beli ranjang yang ada kolongnya, jangan mengecek kolong tempat tidur ketika ada suara-suara aneh di malam hari.

6. Gantilah lemari baju model gantung dengan lemari baju model laci.

7. Minta istri Anda untuk tidak memakai daster.

8. Jika istri Anda ngotot memakai daster, jangan gunakan daster dengan warna pucat, pastel, ataupun gelap. Pakailah daster bermotif polkadot atau tie-dye dengan warna ngejreng macam pop art, hijau neon, pink fuschia, kuning, ataupun oren. Daster bergambar tokoh kartun macam spongebob juga bisa digunakan.

9. Jika anak Anda bilang dia berteman dengan seseorang di rumah itu, yang tidak ada di rumah itu, maka orang itu memang benar-benar ada di rumah itu.

10. Jika Anda menemukan ruangan rahasia yang disegel atau dipapan, jangan dibuka.

11. Jika Anda harus mengecek ke lantai bawah di malam hari, maka pergilah beramai-ramai sambil menyanyikan lagu yang berisik semacam “I don’t wanna miss a thing”-nya Aerosmith.

12. Jangan berikan anak Anda kotak musik. Sebaiknya di rumah pun sama sekali tidak ada kotak musik.

13. Jangan membeli piano apalagi grand piano. Lebih baik alat musik yang cempreng seperti terompet, saxophone, pianika, atau gitar listrik.

14. Jangan membeli kursi goyang.

15. Pasang teralis di jendela.

16. Pakailah lantai keramik daripada parket kayu.

17. Sebaiknya tidak mengadopsi anak.

18. Jika terpaksa atau terlanjur mengadopsi anak, adopsilah anak yang beleran dan rada-rada dodol, cari tahu asal-usul anak tersebut sedalam-dalamnya, atau lakukan psikotes terhadap anak tersebut.

19. Jika Anda ingin memberikan anak Anda boneka, berikanlah boneka pikachu berwarna kuning ngejreng, atau boneka monyet berwarna pink.

Sekian. (Males ngelanjutin)

 

Melisa Di Padang Gurun – Part 8 30 April 2013

Filed under: Uncategorized — melisamaya @ 3:50 PM

Lalu sehabis makan itu nasi goreng, kami pun dibawa menuju hotel di Sri Lanka

Hotelnya sih lumayan, soalnya gabungan resort dan spa

uda gitu belakangnya langsung pantai.

Tapi boro-boro mau maen aer, apalagi pijat plus-plus

Kami cuma dikasi waktu di hotel 2 jem, buat tidur

Soalnya mau kejar flight ke Yordania (sumpah ye berasa orang sibuk banget)

Eniwei, katanya jam 3 pagi ntar ada morning call

Berhubung saya males ngangkat telpon

Saya sengaja pilih kasur yang jauh dari telpon

Jadi biar kakak saya aja yang ngangkat *setan*

Sayangnya niat jahat tinggalah niat jahat

Soalnya ternyata “morning call”nya itu pintu hotel diketokin satu-satu sama mas-mas Sri Lanka

Dubrak!

Eniwei, subuh-subuh jam 3 menurut waktu Sri Lanka

di saat nyawa-nyawa masih belom terkumpul

Kami dibawa kembali ke airport

Tadinya saya was-was “Jangan-jangan maskapai penerbangannya itu lagi…” *baca cerita sebelumnya*

Untungnya sih enggak. Fiuh.

Pramugarinya lebih cakep

Pesawatnya ada TV

dan yang jelas kagak makan selai stroberi

dan diijinin ke toilet sesuka hati sama pramugari

Sayangnya, lagi-lagi tempat duduknya pisah-pisah

Saya tidak tahu keluarga saya yang lain duduk di mana

Yang jelas saya duduk di sebelah bule

…dan bagi yang penasaran bulenya ganteng atau enggak

Jawabannya adalah…enggak.

(Lagian bulenya cewek.)

Beberapa menit setelah duduk, itu bule nepok-nepok pundak saya.

Awalnya tepokan itu mengingatkan saya pada memori

saat saya semester 2 dulu *flash back*

yakni waktu saya dipalak banci di bus.

Soalnya skenarionya kan sama, diawali dengan pundak ditepok-tepok.

Kemudian saya pun baru sadar, bahwa saat ini saya bukan di bus, tapi di pesawat,

dan samping saya itu bule bukan banci.

Pas saya nengok, itu bule rada gagap-gagap gitu ngomongnya

Entah dia kagok dengan muka saya yang penuh rasa horror (akibat flash back gak penting tadi)

…atau dia emang gagap.

Eniwei, ternyata si bule pengen saya tukeran tempat duduk sama temen sesama bulenya.

Inilah dialog yang terjadi antara saya dan bule:

Bule: ah..uh.. (bukan film porno tapi gagap) my friend sits at *ngasih liat boarding pass temennya*

Saya: Huh uh?

Bule: Ah..uh..can you..change?

Saya: sorry? (change? Jadi power ranger?)

Bule: I want to sit with my friend, so ah uh can you.. can you..

Saya: Oh? You want us to exchange seats?

Bule: *bahagia akhirnya ini bocah asia ngerti juga* Yes! Yes!

 

Pesan moral: tidak semua bule jago bahasa Inggris.

Lalu itu bule juga request buat tukeran kartu boarding pass

tapi saya tolak soalnya sapa tau aja itu temen bule berbuat kriminal pake nama saya

misalnya aja nyolong pelampung

atau nusuk pramugari pake sumpit.

TO BE CONTINUED

 

Melisa di Padang Gurun – Part 7 31 Agustus 2012

Filed under: Uncategorized — melisamaya @ 7:33 PM

Akhirnya penerbangan yang penuh hasrat (baca: pipis) dan penderitaan (baca: nahan pipis) itu berakhir.

Saya pun tiba di Srilanka untuk transit ke Yordania.

Lalu dari Yordania, saya akan transit ke Mesir.

Namun, penerbangan ke Yordania itu baru berlangsung besok.

So, anggota tour dibawa makan di restoran dan tidur di hotel.

Anyway, begitu tiba di airport Srilanka saya rada kaget.

Bingung, ini mall apa airport.

Atau mall gabung airport??

Pasalnya, kalo di airport-airport negara lain (termasuk Indonesia)

duty free-nya palingan jualan parfum, coklat, beer, baju, gantungan kunci

banter-banter (<–bahasa apa ini) saya liat yah.. ada Victoria’s Secret (entah rahasianya Victoria tuh sebenernya apa).

Namun, di airport Srilanka saya liat malah ada yang jual kulkas!

Kulkas sodara-sodara! Bukan minibar, orang tingginya ampe 2 meter begitu!

Penasaran orang macam apa yang beli itu kulkas..

Atau kulkas itu specialty-nya Srilanka? (ngaco)

Eniwei, tadinya 1 hari sebelum berangkat

tour leadernya udah sms bahwa bagasi itu gak turun di Srilanka tapi langsung ke Kairo

Jadinya, saya udah nyiapin baju ganti dan benda-benda lain di hand carry

untuk satu malam di Srilanka ini.

Namun, tiba-tiba begitu tiba di Srilanka saya harus antri ambil bagasi lagi!!

Menurut si tour leader sih,

katanya banyak yang minta turunin bagasi.

Soalnya di handcarry kan gak bisa bawa banyak cairan,

jadi gak semua produk perawatan atau make up bisa dibawa.

Ngedenger itu saya jadi keki..

Ini bukannya pilgrim ya?

Sebenernya ke sini mau berdoa apa mau ngegodain cowok Srilanka?

(Kok malah terdengar saya yang lebih religius.. ehem..)

Anehnya, waktu saya tanya ke oom-oom dan tante-tante lainnya..

Semua pada bilangnya

“iya nih.. Kok nurunin bagasi ya?? Padahal saya udah nyiapin semua di handcarry.”

Entah beneran atau cuma gak ngaku…

Lalu saya melihat si tour leader dan merasa curiga.

Jangan-jangan dia sendiri yang pengen nurunin bagasi buat make up-an.

Secara dia kan rada melambai dan kulitnya aja putih mulus begitu. <– isi hati wanita sirik

Lupakan itu handcarry, kami akhirnya dibawa ke restoran.

Perasaan saya dag dig dug

takut dikasih makan nasi dengan selai stroberi itu lagi.

Ternyata enggak..

Setelah saya melakukan penerbangan jauh-jauh selama 4 jam ke Srilanka..

saya dikasih makan nasi goreng…

Yah, gak apa-apa sih soalnya rasanya lumayan walau rada beda sama nasgor Indonesia

Emang sih di foto keliatannya normal,

tapi sebenernya ukurannya gede abis.

Udang yang ada di kiri bawah tuh emang udang bukan ebi.

Coba bayangkan betapa gedenya~
(song by Ebiet G. Ade)

Selain ukurannya, kalau Anda liat di kanan atas

Benda kuning itu adalah nanas.

…dan nanas itu bukan hiasan, melainkan lauknya.

Mungkin orang Srilanka sukanya makan nasi pakai buah-buahan tropis.

Selain itu, nasi gorengnya juga dikasih kacang mede.

Itulah yang bikin enak.

-Bersambung-

 

Melisa di Padang Gurun – Part 6 27 Agustus 2012

Filed under: Uncategorized — melisamaya @ 9:38 PM

Saya berada dalam pesawat ke Srilanka (yang namanya masih dirahasiakan)

selama 4 jam lebih.

Di tengah penerbangan, tiba-tiba saya kebelet pipis.

Saya langsung pergi menuju toilet.

Tapi ga dikasih sama pramugarinya.

Soalnya pesawatnya (kata pramugarinya) lagi mengalami turbulance.

Yauda saya balik ke tempat duduk dan nunggu…

Satu jam berlalu..

Itu turbulance ga selesai-selesai!

Padahal hasrat pipis saya sudah membara!!

Nyokap/ibunda berkata: “bilang aja ke pramugarinya kalau kamu kebelet gitu.”

Saya: “Emangnya bahasa Inggrisnya kebelet apa?”

Pendeta tiba-tiba menimpali: “bilang aja emergency”

Saya pun nekad pergi ke toilet walau para pramugari menghalangi saya.

Melihat kenekad-an saya,

beberapa ibu-ibu termasuk ibunda saya, juga kakak saya ikut menerobos para pramugari

untuk menuju tanah terjanji.. uhuk.. maksud saya toilet.

Namun, ada satu pramugari berdiri di depan toilet menghalangi saya dan bilang.

(sebenernya ini dalam bahasa inggris dengan aksen ke-India-an.)

“Maaf, tapi saya akan mengunci toilet ini sampai turbulance berakhir,

jadi tolong Anda kembali ke tempat duduk.”

Lalu pramugari itu menatap ke batalion-ibu-ibu-kebelet di belakang saya

sambil melanjutkan

“tidak ada yang ke toilet hingga turbulance berakhir.

Sebab jika terjadi apa-apa pada Anda, kamilah yang bertanggung jawab.”

Lalu dengan bahasa Inggris belepotan saya ngotot berkata,

“But I can’t hold it anymore!!”

Pramugari: “what?”

Saya: “This is emergency!”

Pramugari: “okay”

Saya: “I will die!!”

Pramugari: “Okay!”

Lalu pramugari itu bilang “kalau begitu cuma Anda yang boleh masuk,

yang lain tolong kembali ke bangku masing-masing.”

Saya: Thanks! *langsung masuk ke toilet*

Sementara itu ibunda dan kakak saya menatap dengan tatapan tidak percaya.

-Bersambung-

 

Melisa di Padang Gurun – Part 5

Filed under: Uncategorized — melisamaya @ 9:17 PM

Setelah berapa puluh menit berlalu,

ternyata si pramugari balik lagi.

Mungkin dia iba akibat teriakan “I’m sorry” dan “Don’t go” saya tadi.

Akhirnya saya, kakak, dan ayahanda saya dikasih makanan…

tapi makanannya beda jauh dari makanan ibunda saya.

Saya dapetnya sekotak kecil nasi

yang diaduk-aduk sama parutan wortel dan sayur

(yang penampilannya menurut kakak saya mirip makanan Hewey Bubbly).

Lalu ternyata di dasar kotak nasi itu

ada saos merah jambu asem-asem

(yang menurut ayahanda itu adalah selai stroberi).

Intinya…bener euy.. ga enak.

Saya juga dapet sebatang coklat, tapi juga ga enak.

Ibunda saya nyuruh saya bawa pulang aja coklatnya

biar jadi oleh-oleh buat adik saya <– Jangan ditiru.

Yang paling mending mungkin jus mangga-nya yang bermerk SMAK.

Entah maksudnya Sekolah Menengah Atas Kejuruan?

Btw, ibunda saya ngoper makanannya ke suami temennya (sebut saja Oom E)

yang duduk di sebelah jendela.

Jadinya nyokap/ibunda saya juga dapet nasi selai stroberi itu.

Si pendeta (yang juga dapet nasi selai stroberi) protes ke pramugari.

Percakapan ini sebenernya dalam bahasa Inggris.

Pendeta: “kok makanan saya ini?”

Pramugari: *melihat daftar* “yah.. Anda ga mesen apa-apa.”

Pendeta: “tapi kok anggota tour saya dapetnya beda?”

Pramugari: “oh ya? coba saya liat boarding pass-nya”

Pendeta: *ngasih boarding pass*

Pramugari: *ngeliatin boarding pass* Wah, salah sendiri, Anda tidak duduk di tempat Anda.

Pendeta: yah.. itu karna saya tukeran tempat duduk supaya dia *nunjuk saya* bisa duduk sama keluarganya.

Saya: *nelen ludah sambil ngeliatin nyokap*.

Nyokap: *nelen ludah sambil ngeliatin Oom E*

Oom E: *nelen ludah sambil ngeliatin piring kosongnya*

Pramugari: Yah salah sendiri pindah-pindah. Pembagian makanannya kan berdasarkan nomor kursi.

Pendeta: *pasrah*

Ibunda saya yang tidak enak hati pun meminta maaf ke pendeta yang malang itu.

Pendeta itu sih bilangnya gak apa-apa,

tapi dia gak bisa makan nasi selai stroberi itu.

Si pendeta hanya bisa menggigit coklat Srilanka itu dengan pilu.

Ibunda saya pun menawarinya roti Holland Bakery gratisan

yang dikasih tour leader sebelum berangkat tadi.

Namun, si pendeta menolak.

Pendeta yang malang…

-Bersambung-

 

Melisa di Padang Gurun – Part 4

Filed under: Uncategorized — melisamaya @ 8:45 PM

Di pesawat akhirnya makanan dibagiin.

Tapi entah kenapa, pembagiannya gak rata.

Ibunda saya, misalnya, dapat makanan duluan.

(Saya ngintip makanan ibunda saya,

kayaknya normal-normal aja tuh ada roti, mentega, buah, dan lain-lain).

Sementara itu, keluarga saya, dan temennya ibunda saya belom dapet.

Padahal duduknya kan sebaris.

Malahan pendeta yang (sekarang) duduk di depan barisan kami

juga belom dapet makanan.

Tiba-tiba terbesit sesuatu dalam pikiran saya…

Jangan-jangan saya ga dikasih makan

gara-gara saya motoin udel pramugari.

Beneran euy, habis ngebagiin makanan ampe ke belakang,

si pramugari ngedorong trolleynya lagi ke depan dan ga balik-balik lagi.

Sementara itu saya hanya bisa menatap trolley yang semakin menjauh dengan pilu

sambil tereak-tereak

“I’m sorrryyyy!! Don’t goooo!!! I’m sorryyyyy!!”

-Bersambung-

 

Melisa di Padang Gurun – Part 3

Filed under: Uncategorized — melisamaya @ 8:24 PM

Entah kenapa di pesawat

hanya saya yang duduk terpisah dari keluarga saya.

Saya duduknya di 19C

sedangkan ibunda, kakak, dan ayahanda saya duduk di 20 D E dan F.

(Mungkin tour leadernya sentimen gara-gara saya katain melambai).

Untungnya oom-oom yang duduk di belakang saya (berarti nomor seat 20 C)

mau tukeran tempat duduk.

(Si oom-oom aslinya duduk di sebelah temen gerejanya ibunda saya)

Setelah tukeran, si oom-oom itu jadinya duduk di tempat saya,

ibunda saya duduk di tempat oom-oom

dan saya duduk di kursi ibunda saya.

Ntar-ntar baru ketauan ternyata oom-oom itu adalah

seorang pendeta sekaligus leader dari tour lain yang kebetulan berangkat bareng.

By the way, setelah saya pindah tempat duduk,

saya mendengar suara nenek-nenek nyerocos ga berhenti-henti sepanjang penerbangan

dari arah belakang saya.

Begitu saya menoleh…

Ternyata nenek-nenek unyu di waiting room tadi duduk di belakang saya!! (lagi!!)

Jodoh bener..

Eniwei, kembali ke cerita hidup saya,

setiap kali naik pesawat, saya adalah seorang pemerhati pramugari.

Maksudnya suka ngeliatin gitu pramugarinya cakep apa enggak.

Sejauh ini sih, menurut saya pramugari Indonesia yang paling oke.

Saya jadi ingat tahun lalu, saat saya ke China dan naik pesawat lokal.

Pramugari China-nya udah gak cakep, di pesawat tereak-tereak lagi

udah kayak kenek angkot.

(Bedanya dia tereak pake bahasa Mandarin doang.)

Udah gitu, menurut kakak saya,

cewek di China walau cakep-cakep tapi gak nyukur bulu ketek.

(Entah apa hubungannya)

Kembali ke pesawat Srilanka yang namanya dirahasiakan itu…

Ternyata pramugarinya…

gak cakep.

Soalnya mereka pakai baju sari yang udelnya keliatan

tapi perutnya buncit meler ke mana-mana.

Saya sempet foto diem-diem, tapi akhirnya berhenti

gara-gara si oom-oom pendeta yang tukeran duduk sama saya

ngeliatin saya dengan tatapan aneh.

Dikira saya seorang fetish perut bergelambir kali.

-Bersambung-

 

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.